TRADISI NGEREBEG
"Tradisi Ngerebeg"
Bali tidak pernah kehilangan keunikannya. Salah satunya tradisi Ngerebeg. Acara ini merupakan serangkaian piodalan di Pura Duur Bingin, Banjar Tengah Desa Tegallalang kembali digelar Rabu (12/10). Ratusan anak dari tujuh banjar di Desa Tegallalang terlibat pada tradisi unik ini. Riasan dengan beraneka warna serta pernak-pernik yang digunakan anak-anak tersebut selama prosesi, menjadi salah satu daya tarik prosesi ini.
Sejak siang sekitar pukul 11.00 wita, satu persatu anak laki-laki dengan berbagai hiasan sudahmemadati Pura Luhur Duur Bingin. Hal ini dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan ritual ngerebeg. Hingga pukul 12.00 wita, sesaat setelah anak-anak tersebut berkumpul di Utamaning Mandala Pura, rangkaian upacara persiapan ngerebeg pun dilakukan seperti persembahyangan hingga nunas pica berupa nasi dan lawar yang dilakukan dengan cara megibung.
Setelah dimulai dari depan Pura Luhur Duur Bingin, anak-anak dengan membawa miniatur penjor dari pelepah pohon salak selanjutnya berjalan kaki sejauh 10 km mengelilingi DesaTegallalang. Prosesi ini mengundang decak kagum puluhan wisatawan yang kebetulan atau sengaja ingin menyaksikannya. Bahkan masyarakat pun kompak terlihat duduk-duduk di depan rumah maupun art shop mereka untuk menyaksikan ritual yang dilaksanakan tiap enam bulan sekali itu.
Menurut Bendesa Pakraman Tegallalang Made Jaya Kusuma, prosesi ini khusus diikuti anak laki-laki dari tujuh banjar yang ada di Tegallalang yakni Banjar Penusuan, Banjar Tengah, Banjar Tegal, Banjar Triwangsa, Banjar Tegallalang, Banjar Gagah dan Banjar Pejeng Aji. ”Walaupun penyungsung Pura Luhur Duur Bingin ini sebenarnya hanya lima banjar, tapi khusus anak-anak di Banjar Gagah dan Pejeng Aji dalam ritual ini juga diikutsertakan,
Dijelaskannya lebih lanjut, ritual ini berkaitan dengan keberadaan Pura Luhur Duur Bingin yangberbeda dengan pura lainnya. Sebab sesuhunan yang berstana di pura tersebut adalah Ida Bhatara Ratu Gede yang berupa sepasang Barong Landung Istri dan Lanang. ”Jadi ritual inimemiliki makna seperti syukuran. Karena setelah anak-anak ini menghaturkan sesajen baik itubuah, bunga dan lainnya pada pagi harinya, siang hari mereka melaksanakan ritual ini,

Keren
BalasHapuswow
BalasHapusmantap mas
BalasHapusWoww
BalasHapusWihh
BalasHapusMksi Infonya
BalasHapusMantap kakak
BalasHapusNyotek Dimana mas?
BalasHapusKeren kakak
BalasHapusMantap nang
BalasHapusGood
BalasHapuspengen ikut ngerebeg , tapi aku cewek
BalasHapusNaiiissuu
BalasHapusMantap boss
BalasHapusMantap gan
BalasHapusWaww
BalasHapusmatap
BalasHapusWahh mantap
BalasHapusNice👍
BalasHapusMantep borr
BalasHapusTradisi yang menarik
BalasHapusWawww
BalasHapusWihh👍
BalasHapusMakasii infonya!
BalasHapusmenarik
BalasHapus2toppp
BalasHapus2toppp
BalasHapusMantap jhon
BalasHapusMantap bli
BalasHapusWow
BalasHapusKeren
BalasHapus